10 Alasan Memilih Cowok Lulusan Pesantren Menjadi Calon Imam

Vinz-Prasetyo.org - 10 Alasan Kenapa Memilih Cowok Lulusan Pesantren Menjadi Calon Imam yang Akan Menyempurnakan Separuh Agamamu. Pahit-manis hidup di pesantren sudah pernah dirasakan semua orang yang pernah nyantri. Pengalaman belajar di pesantren akan menjadikan santri menjadi lebih baik.

10 Alasan Kenapa Memilih Cowok Lulusan Pesantren Menjadi Calon Imam yang Akan Menyempurnakan Separuh Agamamu

Kemandirian, kesederhanaan, solidaritas antar teman, kekuatan iman yang membuat mereka yang pernah menjalani hidup dipesantren akan lebih kuat menjalani berbagai cobaan kehidupan di dunia. 

Begitu pula cowok-cowok yang pernah belajar di pesantren ialah yang akan diutus buat membahagiakan kamu para wanita sholeha.

10 Alasan Kenapa Memilih Cowok Lulusan Pesantren Menjadi Calon Imam

1. Seorang santri dituntut untuk bisa hidup mandiri

Di usia yang masih muda, ia sudah harus pergi jauh merantau menuntut ilmu di pesantren dan juga jauh dari orang tua. Hidup jauh dengan orang tua akan menjadikan ia mandiri. Siapa yang tidak ingin punya pasangan yang mandiri? Ketika kamu sibuk ngurusin rumah, ia nggak akan ribet untuk minta diurusin ini dan itu. Bahkan, ia malah ikut bantu kamu buat ngurusin rumah.

2. Berbagai peraturan yang diterapkan di Pesantren akan menjadikanya sebagai pribadi yang disiplin

Bangun di pagi hari sebelum matahari sudah menjadi kebiasaan buat ia. Setiap hari waktunya selalu digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Selain menjadi pribadi yang mandiri, kehidupan dipesantren membuatnya menjadi seseorang yang disiplin akan waktu. Ya karena di pesantren, ia sudah biasa untuk memanagemen waktu dengan baik. Kemu yang akan menjadi pendampingnya mau nggak mau akan ikut ketularan disiplinya. Malu dong, masa ya iya sudah bangun pagi kamunya masih aja molor.

3. Mungkin nggak semua lulusan pesantren akan menjadi Ustadz, namun minimal dia adalah orang yang paham tentang agama

Di pesantren nggak melulu belajar soal agama. Sema kayak sekolah lainya, ia juga belajar matematika, bahasa inggris, komputer dll. Hanya saja ia belajar ilmu agamanya lebih banyak ketimbang mata pelajaran yang lain.

Ketika lulus pesantren, mereka bisa melanjutkan sesuai apa yang diinginkan. Mau terus menekuni ilmu agama boleh, atau mau memilih profesi lain yang ia senangi juga bisa. Bahkan banyak kok mereka yang dulunya belajar di pesantren tidak menjadi guru agama dan juga sukses di bidang yang lain. Tapi rata-rata, mereka yang pernah belajar di pesantren pemahaman agamanya lebih bagus dari pada yang lain.

4. Nih yang penting, kamu nggak bakal di php in dengan berlama-lama pacaran. Klo dia serius ya langsung khitbah

Punya pacar di pesantren adalah hal yang mustahil. Bahkan meskipun sudah lulus dari pesantren nggak sedikit juga yang memilih untuk tetap sendiri tanpa pacaran. Pastinya ini sangat menguntungkan buat kamu yang nggak pingin pacaran lama-lama, jalan kemana-mana bareng, tapi pas ditanya soal nikah pura-pura sakit. Kebanyakan cowok yang pernah nyentren, nggak ingin lama-lama penjajakan, begitu sudah ada yang membuatnya bergetar, langsung dilamar.

5. Cowok lulusan pesantren biasanya gak mau pacaran, kamulah satu-satunya yang dipilih untuk menjadi pendampingnya

Boro-boro pacaran, punya temen cewek aja mungkin jarang. Jadi nggak perlu deh mengintrogasi kepada si dia tentang mantan-mantanya. Cukup kamulah satu-satunya yang menjadi kekasih buat ia. Kekasih yang sudah halal pastinya.

6. Meskipun pemahaman agamanya kuat, cowok pesantren tetep asyik kalo diajak bergaul

Eet, jangan salah loh, meskipun cowok-cowok pesantren itu paham banget soal agama, tapi mereka itu pribadi-pribadi yang asyik buat bergaul. Kehidupan di pesantren memang ketat dan banyak larangan, namun bukan berarti mereka jadi kuper pergaulan. Meraka tetap bisa selalu apdet informasi dengan caranya sendiri.

Kamu nggak usah khawatir takut nggak nyambung atau bosan karena tiap hari diceramahin mulu. Justru mereka lebih suka diajak ngobrol tentang hal yang lain diluar kehidupan pesantren.

7. Cowok pesantren pasti punya teman-teman sesama anak pesantren yang sangat kompak seperti saudara sendiri

Sudah dijelaskan cowok pesantren itu nggak kuper, justru pergaulanya malah luas dan pikiranya lebih terbuka. Di pesantren ia bertemu dengan orang yang datang dari berbagai daerah yang sama-sama jauh dari ortu. Itu yang akan membuatnya solid dan jadi tahu kebiasaan-kebiasaan orang dari daerah lain.

Lulus dari pesantren persahabatan mereka pun tidak akan berakhir begitu saja. Ia masih tetap berhubungan meskipun jarak mereka jauh, kalua ia lagi main ke suatu daerah, mungkin saja ia bertemu dengan teman yang dulu satu pesantren denganya.

8. Cerita masa-masanya di pesantren dulu selalu menarik untuk kamu dengerin

Kehidupan di pesantren nggak melulu soal ngaji, disana juga banyak hal-hal konyol yang dilakukan para santri untuk menghilangkan rasa bosan. Dari mulai ada yang dihukum, ada yang dibotakin rambutnya didepan umum karena melanggar aturan atau ada juga tentang sosok guru yang benar-benar menjadi inspirasi buat ia. Yang semua cerita itu nggak akan buat kamu bosan.

9. Yang terpenting, pastinya dia yang akan menjadi pembimbingmu tentang agama

Kalo satu hal ini pasti tidak diragukan lagi, “seperangkat alat sholat” yang pernah ia ucapkan di depan penghulu dan semua orang, bukan hanya janji semata. Yang pasti ia siap untuk menjadi pembimbingmu dunia dan akhirat.

10. Dia yang sudah biasa hidup sederhana akan selalu membahagiakanmu dengan cara-cara yang sederhana

Meskipun berasal dari keluarga yang kaya, cowok yang pernah nyantren akan selalu menjalani kehidupan dengan kesederhanaan dan tidak akan neko-neko. Yang terpenting baginya adalah membahagiakan kamu dan keluarga.

Terima kasih Sobat sudah membaca artikel tentang 10 Alasan Kenapa Memilih Cowok Lulusan Pesantren Menjadi Calon Imam yang Akan Menyempurnakan Separuh Agamamu. Semoga bisa bermanfaat dan berguna.

Komentar